8 scenes · free to play, no account needed
Sebuah catatan tentang keyakinan yang diucapkan, nilai yang diperjuangkan, dan kemanusiaan yang sering terlupakan.
Manusia selalu punya cara untuk mencari makna. Ada yang menengadah dalam doa, ada yang menunduk dalam sujud, ada yang merawat keyakinannya dalam kesunyian. Kita datang dari jalan yang berlainan, membawa kepercayaan yang tak selalu sama, lalu dipertemukan oleh kehidupan yang tak pernah meminta kita menjadi serupa.
Barangkali, memang begitulah cara dunia bekerja: perbedaan tidak pernah benar-benar pergi. Ia hadir dalam percakapan, tumbuh di tengah keluarga, menetap dalam kebudayaan, dan sesekali mengetuk batas-batas pemahaman kita tentang orang lain.
Di negeri ini, Ketuhanan Yang Maha Esa diletakkan pada sila pertama Pancasila. Sebuah dasar yang bukan hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengajak kita merenungkan bagaimana keyakinan…
Your first choice:
Made with StorySplice — create interactive branching stories, free. Browse more stories.